Peluang Bisnis Penumbuh Rambut Modal 2 jutaan 2 Bulan BEP

Featured

Tahukah anda  Bahwa Rambut Manusia ternyata bisa membuat kita kaya raya,ya ternyata 95% orang di dunia, ternyata mengalami masalah rambut. mulai dari gatal-gatal, rambut kusam, rambut bercabang atau bahkan rambut rontok dan kebotakan.

karena rambut adalah mahkota manusia, maka rambut adalah simbol dari penampilan fisik manusia, artinya wanita bida di sebut cantik atau pria di sebut pria ganteng juga karena rambutnya

Nah oleh karena itulah orang mau mengeluarkan uang jutaan bahkan sampai belasan dan puluhan juta hanya untu perawatan rambutnya agar tetap sehat dan indah dan enak di pandang.

Nah dari penjelasan di atas tersebut saya akan jelaskan Bagaimana Merubah Masalah Rambut, Menjadi Uang yang akan mengalir terus menerus ke kantong anda  tanpa henti dan anda pun tidak bisa menghentikannya

Lihat testimoni Mereka :

” Awalnya Saya ragu dengan bisnis penumbuh rambut ini, namun karena saya kena PHK dan uang pesangon saya semakin lama semakin menipis, cari bisnis yang tepat masih belum menemukan daripada uang habis, akhirnya saya, beranikan join peluang sukses penumbuh rambut, dengan modal 2 juta,  minggu pertama sampai minggu kedua sepi order, meski saya udah promo web saya ke banyak situs dan link promosi di internet, order pertama saya ternyata di hari ke 17 atau masuk minggu ke-3, pertama kali dapat order kaget ternyata langsung beli 3 paket green angelica, hari itu dapat profit 300 ribu, seneng banget, 3 hari kemudian dapat lagi order dan ternyata sudah jalan hampi 4 bulan, order tidak berhenti tiap hari, dan investasi saya BEP kurang dari 2 bulan, Alhamdulillah sekarang bisnis penumbuh rambut ini saya jadikan pekerjaan tetap, dengan rata2 penghasilan 6-8 juta / bulan .tks green angelica !

Hans – penumbuhrambutalami.com

“Saya tertarik karena rambut saya sering bermasalah dengan rambut rontok dan gatal, awalnya saya hanya pengguna produk hair tonik green angelica, karena cocok dan hasilnya memuaskan, saya referensikan pada teman-teman, ternayat banyak yang minat, akhirnya saya pikir kenapa tidak sekalian bisnis saja, akhirnya saya join dengan peluang sukses penumbuh rambut ini, dan yang luar biasa hanya dalam waktu 2 bulan saya sudah bisa menghasilkan lebih dari 10 juta, hal ini karena saya kombinasi dengan penjualan langsung secara online dan offline, sekian testimoni saya semoga yang lain bisa cepat bergabung untuk merubah nasib.

Dila-obatrambut.net

Nah jika anda ingin Merubah Nasib anda  sekarang juga, Peluang bisnis unik ini sangat menjanjikan !

Keunggulan Bisnis Ini adalah:

  1. Modal kecil hasil Luar biasa tak terbatas
  2. Tidak perlu kantor dan peralatan Khusus
  3. Tidak perlu pegawai
  4. Tidak perlu keahlian khusus
  5. Bisa di jalankan dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja laki/perempuan
  6. Money Back Garansi / Garansi uang kembali, jika dalam 1 tahun menjalankan bisnis ini anda tidak menghasilkan sama sekali, uang anda  akan di kembalikan 100% tanpa di tanya apa alasannya
  7. Bisa digunakan sebagai penghasilan sampingan atau bisnis sampingan , tidak perlu keluar dari pekerjaan utama.
  8. Investasi sangat murah, bahkan mungkin lebih murah dari harga Handphone anda
  9. Tingkat keberhasilan di atas 95%
  10. ROI kurang Lebih 2 Bulanan

Peluang Bisnis , Waralaba, FranchiseTerbaik

Mungkin anda anda Ingin Mendapatkan Penghasilan tambahan dengan cara cepat aman dan halal, sudah coba berbagai macam usaha tapi masih belum berhasil bahkan uang habis, di kejar-kejar hutang kartu kredit dan berbagai macam tagihan.

Jika anda ingin merubah nasib anda, maka anda sudah betul berkunjung ke web ini, baca samapai habis peluang bisnis terdahsyat di bawah ini.

Ya peluang terdahsyat tahun ini !

tidak perlu modal jutaan

Cukup punya kemauan keras untuk maju dan merubah nasib !

Hasil jutaan -puluhan juta /  bulan

Cukup kerja 1-2 jam sehari di rumah

SUKSES BISNIS PENDIDIKAN ANAK

Peluang bisnis pendidikan anak, merupakan salah satu bisnis yang tidak pernah ada matinya, karena kebutuhan pendidikan anak setiap tahun selalu meningkat, dan kesadaran orang tua akan pendidikan anak semakin tinggi, sehingga minat orang tua untuk menjadikan anak pintar dan bisa bersaing di masa depan juga tinggi.

 

Rahasia sukses berbisnis mebel

KONTAN/DOK PRIBADI Farry Tandean

 Di saat bisnis mebel ekspor melesu, sebagian orang bakal menganggap industri ini sedang tiarap. Padahal, jangan salah, sebagian kecil eksportir tetap bertahan. Salah satunya adalah Farry Tandean. Pemilik PT Jati Vision Raya (Java) dan Cocomosaic Indonesia ini tetap bertahan dan mengekspor produk mebel dengan desain inovatif ke pelbagai negara.

Jika bukan karena orang tuanya, Farry Tandean tidak mungkin bekerja sebagai pengusaha mebel dan interior. Selain membuat mebel dengan desain inovatif, ia juga berbisnis ubin dan panel dekoratif berbahan limbah batok kelapa.

Sejak memulai bisnis mebel 16 tahun silam, Farry memang berorientasi mengekspor produk ke luar negeri. Ia merupakan salah satu dari sedikit produsen mebel asal Cirebon yang sejak puluhan tahun silam aktif menjaring pembeli (buyer) luar negeri lewat pelbagai pameran. Saat ini banyak pembelinya berasal beberapa negara di Eropa, Asia, dan Amerika Serikat. Ia juga punya perwakilan penjualan di puluhan negara.

Tiap tahun, pendapatan Farry dari ekspor produk mebel bisa mencapai 5 juta–7,5 juta dollar AS. Salah satu keunggulan bisnis Java adalah memberi nilai lebih pada produk mebel dengan kualitas dan inovasi desain. Baru-baru ini, produk Cocomosaic berhasil masuk dalam lima besar Gaia Award 2011 di Dubai. Penghargaan ini diberikan bagi produk inovatif di bidang konstruksi dan bangunan yang ramah lingkungan.

Lahir dari keluarga pedagang kelontong di Cirebon, sejak kecil 45 tahun silam, orang tua Farry biasa menerapkan disiplin dalam penggunaan keuangan. Impian orang tuanya adalah anak-anaknya sekolah di luar negeri. “Saya rela tidak dibelikan mobil demi bisa bersekolah di Amerika,” ungkap anak keenam dari tujuh bersaudara ini.

Alhasil, setelah menyelesaikan SD dan SMP di Cirebon, saat kelas III SMA, Farry dikirim orang tuanya ke Kanada untuk persiapan kuliah di Amerika Serikat. Pada tahun 1990, Farry menamatkan pendidikan di University of Minessota, dengan menyabet dua gelar master di bidang electrical engineering dan computer science. Semuanya diselesaikan dengan predikat magna cum laude.

Setelah kuliah, Farry ikut program management trainee di General Electric sebagai accelerated candidate untuk fast track Information Systems Management Program (ISMP). Meski bergaji 35.000 dollar AS per tahun, ia merasa ada yang kurang. “Mungkin karena orang tua saya pedagang, ada yang kurang jika saya hanya menjadi karyawan,” katanya.

Pada tahun 1993, Farry memutuskan pulang ke Cirebon atas permintaan orang tuanya. Sebagai anak lelaki pertama di keluarga, ia merasa punya tanggung jawab besar merawat orang tuanya yang sudah tua. “Kakak-kakak perempuan saya ikut suami ke luar negeri, sementara saya dan adik lelaki saya di Cirebon,” katanya.

Usaha pertama Farry adalah meneruskan toko kelontong orang tuanya. Tiap bulan, ia hanya mendapat uang jajan sebesar Rp 500.000. Ia juga ikut membantu mengelola pemasaran bisnis adiknya, Wika Tandean. “Adik saya menjual rotan mentah ke perusahaan mebel di Cirebon,” katanya.

Masuk ke bagian pemasaran membuat Farry mengenal banyak buyer rotan dan mebel dari luar negeri. Suatu saat, ia mendapat tawaran dari seorang buyer dari Jepang untuk memasok keperluan mebel ke Jepang. Alhasil, dengan modal Rp 300 juta dari orang tua, pada tahun 1993, ia mendirikan perusahaan patungan yang khusus menggarap pasar mebel untuk diekspor ke Jepang.

Kurang lebih satu setengah tahun berkongsi, Farry memilih mandiri dengan membuat perusahaan sejenis untuk menggarap pasar di luar Jepang. Tahun 1995, ia mendirikan Java. Saat pengusaha rotan dan mebel masih bergantung pada buyer yang datang, ia sudah aktif menawarkan produk lewat pameran. “Sampai-sampai kegiatan produksi dan kualitas kami kadang terbengkalai,” katanya.

Berkah krismon

Lantaran Farry menerapkan standar kualitas produk Eropa dan Amerika, para buyer langsung tertarik menjadi pelanggan. Pada tahun 1998, bisnisnya semakin besar. Saat terjadi devaluasi parah, sebagai eksportir ia malah pesta pora. “Saya bisa mendapatkan untung Rp 100 juta dengan hanya mengirimkan 1.000 keranjang kecil seharga 12 dollar AS per unit,” ujarnya. Saat itu, biaya produksinya hanya Rp 15.000, tapi kurs Rp 10.000–Rp 12.000 per dollar AS.

Tahun itu juga, Farry memindahkan usaha di lokasi seluas 50.000 meter persegi. Kini, di atas lokasi itu sudah berdiri tiga pabrik dan tiga ruang pamer. Perusahaan ini punya tiga divisi: Java, Bali luz (lampu dekoratif), dan Valentti Lifestyle.

Untuk memperluas pasar, tahun 2010, Farry mendirikan Cocomosaic yang mengolah limbah batok kelapa menjadi material dekoratif nan eksotis untuk keperluan arsitektur dan desain interior. Pasarnya ada di puluhan negara.

Farry mendapat pasokan batok kelapa dari masyarakat. Ia berharap, dalam tiga tahun, Cocomosaic bisa menambah nilai ekspor Java mencapai lebih dari Rp 30 miliar. (Dian Pitaloka Saraswat/Kontan)

sumber kontan